Pernah punya pikiran kayak gini? Kamu enggak sendirian. Seenggaknya 200 cewek yang cewekbanget.id tanya, mengaku enggak pede dengan wajahnya. Ada saja sesuatu yang ingin diperbaiki bahkan diganti. Kenapa kita begitu insecure sama wajah? Apakah karena kita yang selalu merasa enggak puas? Atau tuntutan yang begitu tinggi atas perempuan dan kecantikan.

Mega, 18 tahun, mahasiswi

“Di keluargaku, cuma aku yang berhidung kecil dan pesek sehingga kadang suka jadi bahan candaan. Kadang bikin aku enggak pede dan jadi malu kalau lagi selfie. Aku kadang pakai aplikasi edit foto yang bisa bikin hidungku terlihat agak mancung.”

Ghina, 17 tahun, pelajar

“Aku merasa enggak masalah dengan bentuk wajahku, tapi aku suka merasa risih dengan kondisi kulit wajahku. Pengin banget bisa memperbaiki kondisi kulit wajah, seperti jerawat di wajah hilang semua dan wajah kembali mulus lagi tanpa ada bekas sedikit pun.”

Putu, 20 tahun, mahasiswi

“Awalnya aku enggak pengin mengubah apa pun dari wajahku tapi lama-kelamaan aku merasa gigiku itu enggak rapi dan bikin aku jadi enggak pede. Makanya, kalau bisa mengubah salah satu anggota dari wajahku, aku pengin merapikan gigiku biar kalau senyum jadi lebih percaya diri.”

Mega, 18 tahun, mahasiswi

“Di keluargaku, cuma aku yang berhidung kecil dan pesek sehingga kadang suka jadi bahan candaan. Kadang bikin aku enggak pede dan jadi malu kalau lagi selfie. Aku kadang pakai aplikasi edit foto yang bisa bikin hidungku terlihat agak mancung.”

Ghina, 17 tahun, pelajar

“Aku merasa enggak masalah dengan bentuk wajahku, tapi aku suka merasa risih dengan kondisi kulit wajahku. Pengin banget bisa memperbaiki kondisi kulit wajah, seperti jerawat di wajah hilang semua dan wajah kembali mulus lagi tanpa ada bekas sedikit pun.”

Putu, 20 tahun, mahasiswi

“Awalnya aku enggak pengin mengubah apa pun dari wajahku tapi lama-kelamaan aku merasa gigiku itu enggak rapi dan bikin aku jadi enggak pede. Makanya, kalau bisa mengubah salah satu anggota dari wajahku, aku pengin merapikan gigiku biar kalau senyum jadi lebih percaya diri.”

360x280x1 360x280x1
360x280x1
360x280x1
360x280x1
360x280x1
360x280x1
360x280x1

360x280x1 360x280x1
FASE PERTUMBUHAN

Di usia remaja tubuh banyak mengalami perubahan. Saat mengalami fase ini, kita juga mengalami distorsi kognitif atau cara berpikir yang berlebihan alias enggak masuk akal, sehingga muncul egosentris. Hal ini membuat kita merasa selalu jadi sorotan dan semua orang memerhatikan segala sesuatu tentang kita, termasuk perubahan fisik pada tubuh kita.

KOMENTAR NEGATIF ORANG-ORANG TERDEKAT

Rasa insecure atau krisis body image ini memang bisa terus muncul kalau kita terus diterpa komen negatif tentang penampilan kita. Khususnya oleh orang-orang terdekat seperti orang tua, saudara atau teman-teman dekat.

IDEAL SELF

Tergantung juga pada ideal self yang kita miliki. Yaitu, bayangan sosok diri yang menurut kita ideal atau sempurna, sehingga kita harusnya seperti itu. Terbentuknya ideal self pada diri kita ini tergantung dari gambaran seperti apa yang sering kita lihat, umunya dari seleb-seleb idola kita atau dari film, serial, iklan dan segala sesuatu yang kita tonton. *Sumber: psikolog Roslina Verauli.

FASE PERTUMBUHAN

Di usia remaja tubuh banyak mengalami perubahan. Saat mengalami fase ini, kita juga mengalami distorsi kognitif atau cara berpikir yang berlebihan alias enggak masuk akal, sehingga muncul egosentris. Hal ini membuat kita merasa selalu jadi sorotan dan semua orang memerhatikan segala sesuatu tentang kita, termasuk perubahan fisik pada tubuh kita.

KOMENTAR NEGATIF ORANG-ORANG TERDEKAT

Rasa insecure atau krisis body image ini memang bisa terus muncul kalau kita terus diterpa komen negatif tentang penampilan kita. Khususnya oleh orang-orang terdekat seperti orang tua, saudara atau teman-teman dekat.

IDEAL SELF

Tergantung juga pada ideal self yang kita miliki. Yaitu, bayangan sosok diri yang menurut kita ideal atau sempurna, sehingga kita harusnya seperti itu. Terbentuknya ideal self pada diri kita ini tergantung dari gambaran seperti apa yang sering kita lihat, umunya dari seleb-seleb idola kita atau dari film, serial, iklan dan segala sesuatu yang kita tonton. *Sumber: psikolog Roslina Verauli.

Merasa insecure dengan beberapa bagian wajah mereka, ketiga teman kita ini setuju mencoba untuk mengubahnya. Enggak permanen, tapi lebih untuk mencari tahu gimana rasanya kalau bisa mengubah hal yang bikin mereka merasa insecure ini. Apakah mereka menyukai perubahannya?

360x280x1
360x280x1
360x280x1

Lalu yang gimana yang elok, rupawan dan enak dipandang itu? Umumnya adalah yang memenuhi standar atau kriteria tertentu yang dianut khalayak dan banyak dipotret atau diiklankan oleh media.

Sumber: The Relationship between Fashion Magazine Consumption and Body Satisfaction In Women: Who Is Most at Risk of Influnce? Alexandra Hendriks dan Michael Burgoon

Sumber: The Relationship between Fashion Magazine Consumption and Body Satisfaction In Women: Who Is Most at Risk of Influnce? Alexandra Hendriks dan Michael Burgoon

Menurut Alexandra Hendriks dan Michael Burgoon dalam jurnal ilmiah The Relationship between Fashion Magazine Consumption and Body Satisfaction In Women: Who Is Most at Risk of Influnce?, terpaan tentang definisi cantik menurut media (iklan) ini memberikan pengaruh yang kuat bagi banyak cewek. Menjadi insecure dengan penampilan fisik asli mereka yang berbeda dengan apa yang diiklankan media, lalu berusaha menjadikan cantik ideal ala iklan tersebut jadi kenyataan pada diri mereka. Rambut keriting ingin lurus, kulit hitam atau sawo matang ingin jadi putih, hidung pesek ingin jadi mancung dan seterusnya. Padahal definisi cantik itu bisa berbeda-beda di setiap negara atau daerah. Enggak percaya?

Seorang fotografer bernama Mihaela Noroc membuat sebuah buku bernama The Atlas of Beauty. Dia berkeliling dunia mengambil foto cewek dari berbagai negara untuk menggambarkan definisi cantik yang berbeda-beda dari setiap negara tersebut.

Menurut Alexandra Hendriks dan Michael Burgoon dalam jurnal ilmiah The Relationship between Fashion Magazine Consumption and Body Satisfaction In Women: Who Is Most at Risk of Influnce?, terpaan tentang definisi cantik menurut media (iklan) ini memberikan pengaruh yang kuat bagi banyak cewek. Menjadi insecure dengan penampilan fisik asli mereka yang berbeda dengan apa yang diiklankan media, lalu berusaha menjadikan cantik ideal ala iklan tersebut jadi kenyataan pada diri mereka. Rambut keriting ingin lurus, kulit hitam atau sawo matang ingin jadi putih, hidung pesek ingin jadi mancung dan seterusnya. Padahal definisi cantik itu bisa berbeda-beda di setiap negara atau daerah. Enggak percaya?

Seorang fotografer bernama Mihaela Noroc membuat sebuah buku bernama The Atlas of Beauty. Dia berkeliling dunia mengambil foto cewek dari berbagai negara untuk menggambarkan definisi cantik yang berbeda-beda dari setiap negara tersebut.

Orang Indonesia terdiri dari berbagai ras. Ras kita ini memengaruhi penampilan fisik kita. Meski enggak sama dengan fisik para model dan seleb yang diiklankan media sebagai standar kecantikan, bukan berarti kita perlu mengubahnya.

Insecure itu pasti ada, tapi kita juga pasti bisa belajar buat menerima dan nyaman dengan tubuh dan wajah kita sendiri. Soalnya kita semua unik dan cantik dengan cara kita masing-masing.

Orang Indonesia terdiri dari berbagai ras. Ras kita ini memengaruhi penampilan fisik kita. Meski enggak sama dengan fisik para model dan seleb yang diiklankan media sebagai standar kecantikan, bukan berarti kita perlu mengubahnya.

Insecure itu pasti ada, tapi kita juga pasti bisa belajar buat menerima dan nyaman dengan tubuh dan wajah kita sendiri. Soalnya kita semua unik dan cantik dengan cara kita masing-masing.

Mengubah cara pandang memang enggak gampang. Harus dipupuk sedikit demi sedikit. Tapi, enggak gampang bukan berarti enggak bisa. Bisa! Apalagi dengan mengikuti cara dari psikolog Verauli ini. Supaya kita enggak terjebak persepsi ideal self yang sempit:

Mengubah cara pandang memang enggak gampang. Harus dipupuk sedikit demi sedikit. Tapi, enggak gampang bukan berarti enggak bisa. Bisa! Apalagi dengan mengikuti cara dari psikolog Verauli ini. Supaya kita enggak terjebak persepsi ideal self yang sempit:

Oke, di satu sisi kita harus mencoba menanamkan ideal self yang membangun. Tapi di sisi lain, kata-kata bisa menyakitkan. Komentar negatif yang kita lontarkan ke sesama cewek bisa jadi membuat dia makin insecure. Atau sebaliknya. Walaupun niat kita mungkin bercanda.

Balik lagi ke pendapat Verauli, komentar orang-orang terdekat bisa sangat berpengaruh. Membiasakan diri melontarkan pujian dan dukungan bisa saling menguatkan sesama perempuan. Kalau bisa bikin kita para cewek makin percaya diri, kenapa enggak?

Oke, di satu sisi kita harus mencoba menanamkan ideal self yang membangun. Tapi di sisi lain, kata-kata bisa menyakitkan. Komentar negatif yang kita lontarkan ke sesama cewek bisa jadi membuat dia makin insecure. Atau sebaliknya. Walaupun niat kita mungkin bercanda.

Balik lagi ke pendapat Verauli, komentar orang-orang terdekat bisa sangat berpengaruh. Membiasakan diri melontarkan pujian dan dukungan bisa saling menguatkan sesama perempuan. Kalau bisa bikin kita para cewek makin percaya diri, kenapa enggak?

Creative Writer:

Debora Gracia

Editor:

Aisha Ria Ginanti, Astri Soeparyono

Graphic Designer:

Amanda Siswandani