Keperawanan untuk seorang perempuan, khususnya di Indonesia, punya dua sisi, antara robeknya selaput dara dan lambang moralitas perempuan. Dua hal yang belum tentu berhubungan, tapi seringkali dianggap memiliki kausalitas, bahkan sempat menjadi wacana tolak ukur kelulusan SMA. Konsep keperawanan di negara kita akhirnya menjadi sesuatu yang merisaukan untuk cewek, apalagi di tengah pendidikan seks dan kesehatan reproduksi seksual yang masih belum secara merata rutin diajarkan di semua sekolah.

Ketika keperawanan sibuk dibahas oleh banyak orang, seks yang erat kaitannya dengan definisi keperawanan justru tabu dibicarakan. Oleh karena itu Cewekbanget.id mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan anonim dari SMA dan universitas sekitar Jabodetabek untuk menjawab kegusaran soal seks dan keperawanan. Berikut 22 pertanyaan tentang hal ini yang berhasil dijawab oleh para pakar dari berbagai bidang ilmu, yaitu dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG, dr. Sigit Setiaji, SpOG, Mkes, dr. Arietta Puspponegoro, SpOG (K), dr. Novean SpOG, dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG (K), psikolog Roslina Verauli, M.Psi, dan Caroline Monteiro dari National Coordinator Peace Women Across the Globe Indonesia. Selain itu kami juga sempat berbincang dengan Young Lex, Gamaliel & Abel Cantika untuk bertanya tentang seks dan kesehatan reproduksi

Pada akhirnya, keperawanan merupakan hal personal bagi pribadi setiap orang. Ketika seseorang tidak perawan bukan berarti ia lebih buruk daripada yang masih perawan. Selaput dara tidak ada hubungannya dengan ketulusan hati, kecerdasan, ketekunan dan tolak ukur kesuksesan seseorang. Harga diri seorang cewek tidak seharusnya dinilai dari selaput dara. Dan yang pasti kita tidak perlu membuktikan pada orang lain tentang keperawanan.

Salah satu manfaat pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual buat generasi muda adalah kita jadi mengerti perubahan fisik, mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual di usia remaja. Sudah saatnya kita melihat seks sebagai sebuah pengetahuan yang membuat kita bisa mengendalikan hasrat seksual, bukan sekadar pornografi atau pornoaksi.

  • 1

  • 2

  • 3

  • 4

  • 5

  • 6

  • 7

  • 8

  • 9

  • 10